Rabu, 23 September 2009

Menjelang Pemilihan

Sebelum gelap
Masih sempat kunikmati
Keindahan alam yang penuh warna

Sepanjang jalan
Disetiap perempatan
Terlihat wajah-wajah penuh keramahan
Memberikan ribuan harapan

Senyuman sementara
Hingga terpilih
Sebelum mendapat bangku

Keramahan sementara
Masih sempat untuk dinikmati

Bagai alam, Penuh warna

Lorong, 01 Maret 2009
Share:

Konsumsi

Sepatu itu telah terlihat kusam dan kotor
Apakah kau akan...
Membersihkannya
Mencuci
Menyemir

Atau bahkan...
Kau akan membuangnya

Besok atau hari ini
Kau akan menggantinya
Dengan merk-merk yang lebih bagus keluaran terbaru
Segalanya telah tersedia disetiap sudut pertokoan

Sama seperti hari-hari sebelumnya

Lorong, 02 Maret 2009
Share:

Awal-Akhiri

Awalnya
Kesedihan, kesengsaraan serta penderitaan
Hal yang biasa yang menjadi bagian hidup kita
Terjadi berulangkali

Sore kemaren
Seorang anak mati gantung diri
Lantaran ibunya tak mampu beli sepatu sekolah

Malam kemaren
Seorang ibu tewas bersama tumor dikepala yang telah membesar
Lantaran biaya pengobatan terlalu mahal

Pagi tadi
Pedagang kaki lima digusur secara paksa
Lantaran menganggu ketertiban kota dan pembangunan istana

Bukankah semua itu telah diciptakan
Oleh orang yang memiliki kepentingan

Akhiri
Kita harus percaya
Bahwa semuanya bukanlah takdir
Lakukanlah sesuatu
Bersatu tuk perubahan
Melawan bentuk penghisapan
Melawan bentuk penindasan

Lorong, 12 Juni 2005
Share:

Kutuliskan Sejarah

Pada siapa aku sampaikan
Kertas putih sudah tak putih

Padanya inginku sampaikan
Telah aku tuliskan
Terus aku tuliskan

Tak akan aku biarkan ia putih
Garis
Lingkar
Warna

Munculkan masalah
Tawa
Tangis
Marah
Darah
Perang

Jadikan sejarah

Lorong, April 2008
Share:

Derita ku Tuliskan

Pada kertas aku bercerita
Hanya kertas yang aku percaya

Dengan tinta aku sampaikan
Diatas kertas aku tuliskan
Segala derita yang dirasakan
Penderitaan yang terus menerus

Buruh
Dipekerjakan semaunya
Jam kerja ditambah sesukanya
Tak dibayar selayaknya
Tak mampu memiliki apa yang telah dikerjakan
Jika pengusaha hampir bangkrut
Maka PHK pun jalan baginya

Kaum miskin kota
Disapu bersih dari tempatnya
Tak ada lagi tempat tuk berteduh
Tak ada lagi yang bisa dikerjakan
Pekerjaan alternative yang bisa dikerjakan
Jalanan tempat kami mencari makan
Itupun selalu dirampas oleh pemerintah kota

Petani
Dirampas tanahnya
Harga pupuk semakin mahal
Hasil tani menurun
Hargapun tak bisa mereka tentukan

Nelayan
Tak bisa lagi melaut
Harga minyak semakin mahal
Tak menemukan ikan
Nasipun tak ada tuk dimakan

Pendidikan
Menjadi barang yang mahal
Kehilangan hakikat
Tak bisa tulis baca
Pembodohanpun dimana-mana

Kesehatan
Sangat jauh dari masyarakatnya
Tak melayani sebaiknya
Tak menyembuhkan semestinya
Maka jumlah kematianpun semakin bertambah

Derita telah dirasakan
Maka dikertas ini aku tuliskan
Bangkitlah Rakyat Pekerja

Lorong, 07 Desember 2008
Share:

Manusia Kerdil

Sebelum aku meninggalkan kota yang penuh kemunafikan yang Dihuni oleh bibir-bibir yang memperlihatkan kilauan gigi putih bersih
bertebaran kemana-mana, menyinggahi setiap sepasang mata yang kebetulan berselisih

Maka aku titipkan kemarahan ini

Hati mereka berbau busuk
Sebusuk bangkai anjing-anjing mereka yang telah mati
Diracuni teman bahkan sahabat-sahabat mereka
Saling mengobar fitnah tentang kami yang menompang sementara

Pintu digedor tanpa mengucapkan salam
Saat kami pergi entah kedunia mana

Mereka tenggelamkan keramahan dalam-dalam
Mereka bangkitkan kemarahan tinggi-tingi
Sehingga kami hanya mampu tuk menundukkan kepala
Seakan kesalahan terbesar telah dilakukan

Kami tak pernah minta izin tuk tinggal
Tak melapor dan memberikan laporan
Kami tak memilki identitas bersurat
Tak punya tanda dan penanda

Anjing
Kami tak diharapkan

Babi
Mereka hanya minta dihargai

Taik
Mereka hanya ingin dihormati

Pret
Ingin diketahui bahwa dubur mereka masih bernafas

Lorong, 06 Desember 2008
Share:

Warna-warni

Pada warna aku dihadapkan oleh pilihan
Oleh warna aku disesakkan dari sekian banyak pilihan
Maka kepada warna-warni aku menentukan pilihan
Hingga bertemu satu warna

Bangkinang, 20 November 2008
Share: